Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Kisah Seks Misteri Malam Jumat
Topoin.com - Aku terbangun dari tidurku, tanganku terasa kesemutan dan kaku, kakiku seperti susah digerakkan. Kucoba menggerakkan tanganku, ternyata tanganku terikat erat kebelakang, kucoba melepaskan diri dengan menggerakkan pergelangan tangan, rasa nyeri menyelimuti seluruh pergelangan tanganku, aku berkesimpulan, tanganku diikat dengan tali pramuka putih.
Sejenak aku berusaha melihat ke sekujur tubuhku di tengah kegelapan, aku melihat tali putih itu melilit melingkar di payudaraku, yang aku tahu pasti, aku masih berbusana lengkap, blus berkerah shanghai warna hitam tanpa lengan dengan kancing kancing warna perak yang berbaris dari ujung leherku hingga kebawah, terlihat kontras karena ada tali putih melintas atau tepatnya meliliti payudaraku bagian atas dan bawah.
Rok 10 cm dari lutut masih kukenakan, lalu kurasakan sepatu masih membungkus di kakiku, sepatu pemberian kekasihku, warnanya hitam, haknya 7 cm dengan model seperti pantofel dengan tali tipis dari karet yang melintang di pergelangan kaki. Kucoba gerakkan kakiku, oh ternyata terikat erat jadi satu. Sadarku mulai pulih sedikit demi sedikit, aku sedang terduduk, kucoba ayunkan kakiku, “Ough!”
Ternyata kakiku terikat dan kemudian diikatkan kembali ke kaki kursi, praktis tak bisa kugerakkan saking kencangnya ikatanku.
“Ugh.! ugh.!”
Aku mencoba menggerakkan badanku, tidak berhasil. Tubuhku terikat melalui dada ke lenganku, kemudian diikatkan pula ke sandaran kursi, jadi aku terikat dulu lalu diikatkan ke kursi. (bayangkan iklan close-up edisi penculikan, seperti itulah aku,)
Lalu aku mencoba berteriak minta tolong, yang kudengar suaraku adalah,
“Mmh, mmh,”
Ternyata mulutku disumbat dengan lakban, dari kegelapan dan daya rekatnya aku tahu ini lakban perak yang sering aku lihat dalam film-film. Seribu pertanyaan menyerbu benakku,. Aku berusaha mengumpulkan ingatanku atas kejadian yang terjadi sebelumnya.
“Ada apa dengan diriku?” hatiku bertanya-tanya sambil berpikir keras.
Oh, baru kuingat sekarang, tadi malam aku baru saja menyelesaikan tugasku di hotel hingga jam sebelas malam. Papi (suamiku) sedang bertugas ke Singapore, baru saja berangkat paginya, dia baru akan kembali minggu depan.
Kuingat-ingat lagi apa yang terjadi, malam itu aku menjamu teman-teman (tamu lebih tepatnya) dari sebuah stasiun TV, tepatnya sebuah rumah produksi yang krunya kebetulan mengadakan ‘shooting’ di kotaku dan menginap di hotel tempatku bekerja. Kami bercanda riang malam itu, lalu aku bersama-sama mereka melanjutkan dengan dugem ke Hard Rock Café di Kuta. Kemudian ingatanku terbayang saat GMku yang hari itu tidak masuk karena karena tensinya agak tinggi, mengirim SMS untuk langsung pulang saja jam sebelas malam dan terus menerus memastikan bahwa aku segera pulang.
Terkait
“Nggak baik cewek kaya kamu masih ada di hotel sampai lewat jam sebelas!”
Begitu pesannya di SMSnya ditengah malam, hampir jam 24, yang aku tidak hiraukan karena kupikir aku sedang seru-serunya ngobrol dengan orang-orang TV itu. Kembali kuaktifkan ingatanku, belum pulih seutuhnya, yang aku ketahui kini, sesadarku dari tidurku, aku tahu bahwa aku sedang duduk terikat lengkap hingga sedikitpun tidak bisa bergerak. Wajib baca!

No comments :
Post a Comment
Leave A Comment...